• Media Smart Software

    Media Smart Software adalah konsultan IT sekaligus penyedia software komputer.

  • Dental Clinik Software

    Dental Clinik Soft adalah aplikasi klinik sederhana yang dapat di implementasikan pada klinik umum ataupun klinik gigi.

  • Dental Clinik Software

    Software Antrian adalah aplikasi yang memberikan solusi untuk antrian klinik ataupun instansi yang membutuhkan antrian.

Cara mendaftarkan DLL pada Windows 7 64 bit

Bermula dari kebutuhan untuk install komponent delphi, ternyata ada satu komponen yang DLL nya harus di daftarkan dulu ke windows. Pada panduannya DLL disuruh copy ke C:Windows\System32\ dan mendaftarkan DLL dengan cara C:\Windows\System32\regsvr32.exe<spasi>(nama DLL) ternyata setelah dilakukan ehh error. Setelah browsing ternyata begini caranya :

Jika DLL adalah versi 32 bit maka
  1. copy DLL ke C:\Windows\SysWoW64\
  2. pada CMD masuk ke C:\Windows\SysWoW64\
  3. daftarkan DLL dengan format C:\Windows\SysWoW64\regsvr32.exe<spasi>(nama DLL)

Jika DLL adalah versi 64 bit maka
  1. copy DLL ke C:\Windows\System32\
  2. pada CMD masuk ke C:\Windows\System32\
  3. daftarkan DLL dengan format C:\Windows\System32\regsvr32.exe<spasi>(nama DLL)

http://support.microsoft.com/kb/249873Note On a 64-bit version of a Windows operating system, there are two versions of the Regsv32.exe file:
The 64-bit version is %systemroot%\System32\regsvr32.exe.
The 32-bit version is %systemroot%\SysWoW64\regsvr32.exe.</spasi></spasi></spasi>
Share:

Koneksi VB.NET ke MySQL Database dengan MySqlClient dan ODBC

Dalam membuat koneksi di visual studio .net kamu bisa saja menuliskan perintah untuk koneksi ke database dalam form yang sama, namun kamu juga bisa membuat sebuah module baru atau class baru dan khusus untuk koneksi ke database saja. Ikuti langkah – langkahnya :




1. Memuat Koneksi Vb.net dengan ODBC

Persiapan sebelumnya kamu diwajibkan mendownload dan menginstall driver MySQL Connector/ODBC yang berguna untuk menghubungkan aplikasi kamu dengan database tentunya. Dalam tutorial ini juga penulis menggunakan driver MySQL connector versi 5.1, kamu bisa mendownloadnya di situs resmi MySQL atau langsung di sini http://dev.mysql.com/downloads/connector/odbc/5.1.html

Langsung saja buat project baru di visual studio kamu, saya menggunakan visual studio 2015. Buatlah project baru dengan nama BelajarKoneksiDatabase, dan pada form1.vb designlah tampilan aplikasi kamu seperti gambar berikut :






Membuat Koneksi ODBC Driver dan MySQL Client

Pada komputer/laptop kamu silahkan buka Administrative Tools yang ada di control panel > System and Security > Administrative Tools dan pilih ODBC Data Sources. Ingat jika kamu menggunakan visual studio 64bit silahkan pilih data sources 64 bit, begitu juga sebaliknya.

Buatlah Data Sources baru dengan cara klik New > pilih MySQL ODBC 5.1 Driver > Finish. Sesuaikan Data Sources dengan database server yang kamu gunakan. Lihat gambar berikut dan sesuaikan dengan database kamu :


 Jika sudah selesai jangan langsung di save, silahkan di test terlebih dahulu. Jika koneksi sudah ok baru di save.


Membuat Module Koneksi

Lanjut dengan pembuatan module baru untuk membuat module koneksi kita dengan cara pada menu Project > Add Module dan beri nama ModuleKoneksi.vb, selanjutnya tuliskan seluruh code koneksi database berikut :

Sub Koneksi dengan ODBC
 
    Sub openConnectionsODBC()
        Try
            connectodbc = New OdbcConnection("DSN=belajarkoneksi;" _
                                         + "MultipleActiveResultSets=True")
            If connectodbc.State = ConnectionState.Closed Then
                connectodbc.Open()
                MsgBox("Koneksi Berhasil")
            End If
        Catch ex As Exception
            MsgBox("konek Kedatabase Bermasalah")
        End Try
    End Sub

Sub Koneksi Dengan MySQL CLient
    Sub openConnectionsMySQL()
        Try
            connectMySQL = New MySqlConnection("Server=localhost;" _
                                               + "user id=root;" _
                                               + "password=;" _
                                               + "database=k13new")
            If connectMySQL.State = ConnectionState.Closed Then
                connectMySQL.Open()
                MsgBox("Koneksi Berhasil")
            End If
        Catch ex As Exception
            MsgBox("konek Kedatabase Bermasalah")
        End Try
    End Sub

Deklarasikan koneksi odbc dan mysql client
    Public connectodbc As OdbcConnection
    Public connectMySQL As MySqlConnection

Import NameSpace
Import NameSpace
Imports System.Data.Odbc
Imports MySql.Data.MySqlClient

Code untuk memutuskan Koneksi Database
    Sub closeConnection()
        connectodbc.Close()
        connectMySQL.Clone()
    End Sub

Seluruh code diatas merupakan code modulekoneksi.vb yang akan membuat koneksi ke database dan memutuskan koneksi dari database. selanjutnya kita akan memanggil koneksi dari form1.vb. sehingga keseluruhan code pada form1.vb seperti berikut :
Public Class Form1
    Private Sub Button2_Click(sender As Object, e As EventArgs) _
        Handles Button2.Click
        openConnectionsODBC()
    End Sub

    Private Sub Button1_Click(sender As Object, e As EventArgs) _
        Handles Button1.Click
        openConnectionsMySQL()
    End Sub

    Private Sub Button3_Click(sender As Object, e As EventArgs) _
        Handles Button3.Click
        closeConnection()
    End Sub
End Class

Jika sudah beres, silahkan jalankan aplikasi koneksi ke database kamu dengan menekan tombol F5
Share:

Tutorial Mengirim SMS dengan Android Studio

Saat ini sudah banyak aplikasi Android yang menggunakan fitur SMS atau pesan singkat untuk berbagai keperluan, salah satu yang sering ditemui misalnya sebagai sarana verifikasi pengguna.  OS Android sendiri, karena mempunyai tingkat modularitas yang tinggi, sudah menyediakan interface dan kelas tertentu yang bisa kita gunakan apabila kita ingin mengintegrasikan layanan SMS ke dalam aplikasi yang kita buat.

Untuk dapat mengirim SMS lewat aplikasi Android buatan kita, ada tiga cara yang dapat dilakukan, yaitu menggunakan SMSManager, menggunakan smsto URI, dan menggunakan SMSView intent. Perbedaan di antara ketiga method tersebut akan dijelaskan di bawah ini :

Menggunakan SMSManager
Metode yang pertama adalah dengan menggunakan SMSManager, yaitu sebuah class khusus yang ada di OS Android yang dikhususkan untuk mengakses fitur-fitur SMS di Android. Kita bisa menggunakan kelas tersebut untuk mengirim sebuah SMS ke nomor yang dituju. Ketika menggunakan SMSManager, SMS akan langsung dikirim dari dalam aplikasi kita, tanpa membutuhkan aplikasi SMS lain. Kodenya kurang lebih sebagai berikut :

 

public void sendSmsBySIntent() {
    // menambahkan phone number ke URI data
    Uri uri = Uri.parse("smsto:" + phoneNumber.getText().toString());
    // membuat intent baru dengan ACTION_SENDTO
    Intent smsSIntent = new Intent(Intent.ACTION_SENDTO, uri);
    // menambahkan isi SMS pada field sms_body
    smsSIntent.putExtra("sms_body", smsBody.getText().toString());
    try{
        startActivity(smsSIntent);
    } catch (Exception ex) {
        Toast.makeText(MainActivity.this, "Pengiriman SMS Gagal...",
                Toast.LENGTH_LONG).show();
        ex.printStackTrace();
    }
}

Bisa dilihat, kode di atas sangatlah simple, kita hanya perlu memanggil satu method sendTextMessage(), dan kemudian memberikan parameter berupa nomor telepon tujuan, nomor telepon pengirim, isi SMS, intent yang akan dieksekusi apabila SMS berhasil terkirim/gagal, dan intent yang akan dieksekusi apabila SMS telah diterima. Namun untuk tutorial ini kita hanya perlu mengisikan nomor telepon tujuan, dan isi SMS saja.

Menggunakan Send To Intent
Yang kedua adalah dengan menggunakan Intent Send To:

 
public void sendSmsBySIntent() {
    // menambahkan phone number ke URI data
    Uri uri = Uri.parse("smsto:" + phoneNumber.getText().toString());
    // membuat intent baru dengan ACTION_SENDTO
    Intent smsSIntent = new Intent(Intent.ACTION_SENDTO, uri);
    // menambahkan isi SMS pada field sms_body
    smsSIntent.putExtra("sms_body", smsBody.getText().toString());
    try{
        startActivity(smsSIntent);
    } catch (Exception ex) {
        Toast.makeText(MainActivity.this, "Pengiriman SMS Gagal...",
                Toast.LENGTH_LONG).show();
        ex.printStackTrace();
    }
}

Dengan menggunakan Intent SENDTO, kita akan mengirim SMS menggunakan aplikasi eksternal. Apabila terdapat lebih dari 1 aplikasi SMS pada handphone (misal, Hangouts, SMS), maka kita akan diberikan pilihan aplikasi yang digunakan untuk mengirim SMS. Namun apabila hanya ada satu aplikasi SMS di HP, maka kita akan langsung masuk ke default SMS aplikasi di Android dan mengirim SMS dari sana.

Menggunakan VIEW Intent
Cara yang ketiga adalah menggunakan VIEW Intent, hampir sama dengan cara nomor 2. Hanya saja dengan menggunakan View Intent kita akan langsung diarahkan ke aplikasi SMS default kepunyaan Android, dan kemudian mengirim SMS dari situ.

 

public void sendSmsByVIntent() {
 
    Intent smsVIntent = new Intent(Intent.ACTION_VIEW);
    // hanya akan membuka aplikasi SMS/MMS default di Android
    smsVIntent.setType("vnd.android-dir/mms-sms");
 
    // menambahkan nomor telepon dan isi SMS otomatis
    smsVIntent.putExtra("address", phoneNumber.getText().toString());
    smsVIntent.putExtra("sms_body", smsBody.getText().toString());
    try{
        startActivity(smsVIntent);
    } catch (Exception ex) {
        Toast.makeText(MainActivity.this, "Pengiriman SMS Gagal...",
                Toast.LENGTH_LONG).show();
        ex.printStackTrace();
    }
 
}
Share:

Mengganti Icon Aplikasi Project di Android Studio

Icon pada sebuah aplikasi sangat diperlukan untuk membedakan aplikasi yang satu dengan yang lainnya. Demikian pula jika kita membuat apliaksi pada android, agar tidak membingungkan pengguna alangkah baiknya kita mempersiapkan “sesuatu” yang mudah diingat oleh pengguna, salah satunya dengan memberikan icon pada aplikasi android yang akan kita buat.

Secara default Android Studio sudah memasukan icon pada project yang kita buat,Gimana jadinya kalau semua orang yang mengembangkan aplikasi android menggunakan android studio dan tidak merubah default icon yang di masukan oleh android studio ? mungkin android yang kita gunakan tidak akan berwarana hanya ada sekumpulan icon berlogo kepala robot hijau. Maka dari itu disini gua akan coba sedikit sharing Cara Mengganti Icon Aplikasi Project di Android Studio.

Langkah-langkahnya :

Tambahkan Gambar yang ingin digunakan kedalam Project















'




Disini kita akan menambahkan gambar/icon yang akan kita gunakan kedalam project yang sudah kita buat di android stuido, Dengan cara klik kanan pada folder app di project yang kita buat, lalu plih New dan terakhir pilih Image Asset. 




















Pada jendela pengaturan image asset
– Pilih Laucher Icon.
– Berikan nama gambar agar memudahkan kita saat melakukan pemanggilan gambar tersebut.
Asset Type pilih Image karena kita akan menggunakan gambar untuk dijadikan icon.




















– Silahkan kalian cari gambar yang kalian ingin jadikan icon aplikasi pada bagian path.




















– Setelah muncul gambar yang telah kita pilih sialhkan klik next.



















– Untuk bagian ini tidak ada yang perlu kita atur jadi langsung klik finish.

Memanggil Gambar kedalam Project

Setelah kita menambahkan gambar yang kita ingin jadikan icon aplikasi, sekarang kita akan memanggilnya kedalam project, bukan memanggil sih lebih tepatnya mengganti gambar icon yang sudah disediakan oleh Android Studio dengan gambar yang kita inginkan.


















Masuk kedalam android manifest.xml lalu perhatikan gambar diatas, disana terdapat code
android:icon=”mipmap/ic_launcher, dan ganti tulisan berwarna merah dengan nama gambar yang sudah kita tambahkan sebelumnya. Pada kasus gua ini gua menggunakan nama icon_launcher jadi kita ganti baris kode diatas menjadi android:icon=”mipmap/icon_launcher.
*Untuk dapat melihat hasilnya kalian dapat melihatnya setelah menjadikan project kalian dalam bentuk apk nanti.



 

 

 










Share:

Arsitektur OS Android

Android dibangun dengan menggunakan asas object oriented, dimana elemen-elemen penyusun sistem operasinya berupa objek yang dapat kita gunakan kembali/reusable. Agar bisa membuat aplikasi dengan baik, tentunya kita harus mengetahui arsitektur OS Android beserta elemen elemennya.

Gambar dibawah merupakan skema pembagian elemen pada arsitektur Android. Secara garis besar arsitektur android terdiri dari empat layer komponen, yaitu:

Layer Applications dan Widget
Inilah layer pertama pada OS Android, biasa dinamakan layer Applications dan Widget. Layer ini merupakan layer yang berhubungan dengan aplikasi-aplikasi inti yang berjalan pada Android OS.  Seperti klien email, program SMS, kalender, browser, peta, kontak, dan lain-lain. Semua aplikasi ini dibuat dengan menggunakan bahasa Java. Apabila kalian membuat aplikasi, maka aplikasi itu ada di layer ini.

Layer Applications Framework
Applications Framework merupakan layer dimana para pembuat aplikasi menggunakan komponen-komponen yang ada di sini untuk membuat aplikasi mereka. Beberapa contoh komponen yang termasuk di dalam Applications Framework adalah sebagai berikut:
  1. Views
  2. Content Provider
  3. Resource Manager
  4. Notification Manager
  5. Activity Manager
Layer Libraries
Libraries merupakan layer tempat fitur-fitur android berada. Pada umumnya libraries diakses untuk menjalankan aplikasi. Beberapa library yang terdapat pada android diantaranya adalah libraries Media untuk memutar media video atau audio, libraries untuk menjalankan tampilan, libraries Graphic, libraries SQLite untuk dukungan database, dan masih banyak library lainnya.

Android RunTime
Android RunTime merupakan layer yang membuat aplikasi android bisa dijalankan. Android RunTime dibagi menjadi dua bagian yaitu:
a) Core Libraries : berfungsi untuk menerjemahkan bahasa Java/C
b) Dalvik Virtual Machine : sebuah mesin virtual berbasis register yang dioptimalkan untuk menjalankan fungsi-fungsi pada Android secara efisien.

Linux Kernel
Linux Kernel merupakan layer tempat keberadaan inti dari operating system android. Layer ini berisi file-file system yang mengatur system processing, memory, resource, drivers, dan sistem android lainnya. Inilah yang membuat file sistem pada Android mirip dengan file sistem pada sistem operasi berbasis Linux. Kernel yang digunakan adalah kernel Linux versi 2.6, dan versi 3.x pada Android versi 4.0 ke atas. Kernel ini berbasis monolithic.

Itulah sdikit gambaran tentang Android arsitektur. Lantas apa yang dimaksud dengan reusable di sini? Reusable berarti komponen-komponen yang ada pada aplikasi Android bisa kita pakai ketika kita membutuhkannya. Khususnya komponen-komponen pada layer pertama dan kedua. Misalnya kita ingin membuat sebuah web browser sederhana, maka kita hanya perlu menginstanstiasi kelas WebKit browser yang berfungsi untuk menampilkan web page
Share:
Powered by Blogger.

Online

files

Mengenai Saya

Follow by Email

Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail